spektra bayangnya akan selalu membekas
dengan orkes keheningannya yang jadi iringan
tempat tetesan peluh menjelma jadi arak pesta
dan istana dimana senyum menemukan tuannya
pada bantaran yang kini kau lihat
dulu pernah kupahat jejak-jejak angan
yang tak cuma sekedar menjadi kata pembuka
pada deretan sajak yg biasa kunyanyikan
lalu pada puting-puting ranum
masih saja angan itu membekas
membentuk rima-rima pada balada yang selalu kudendangkan
kini angan itu mengecup keningku
pada pematang yang biasa kupasangkan perangkap harapan
karena konon cerita itu tetap saja menunggu
sampai aku datang...
Surabaya, 13 Januari 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar