My own photo

My own photo
Di Puncak Gunung Rinjani

Sabtu, 22 Januari 2011

Sebelum Layu

setangkai kembang di selimut jelaga
mekar mencongkel resah pada cadas tebing kelana
tapi kenapa fajar mesti kau tikam....
bila jejakku telah menjanjikanmu harapan
sekecup keabadian
yang tak ‘kan pernah kau sadar
sebelum kau layu nanti petang....



Ilustrasi: koleksi pribadi PANDALA
Nana Seryz, Surabaya,22 Januari 2011

Loving Hut

Inilah satu-satunya yang tersisa
Yang menjadi saksi atas kebebasan aku dan dia
Setelah jejak
yang telah kami ukir rekat
Kini ter-replace lumpur yang berserak
Jadi biarkan aku sejenak
memandangkanya lekat
Walau Cuma sesaat...
Sebelum dia tertelan malam yang pekat.
Surabaya,22 Januari 2011

Inspired by Lapindo

ilustrasi: asianews.it

Rabu, 19 Januari 2011

dECEMBER SKY

i found all the stars,
kept silent in the crowd...
said nothing.
like no need to tell...

i found all the stars,
not like before.
sang no song ...
like no reason to celebrate....

did my pain steal your laugh?
did my cry kill your smile?

come down...
be apart of my dream...
and tell me what i forgot to do...
18 Januari, 2011
GAMBAR DARI: kepuncakmahligaikarya.blogspot.com

CONTEMPLATION

gambar dari boywinner.blogspot.com


Somebody fell for symphony
But it ceased at dusk finally

nobody shouted it down
nobody told it to stop soon

but why did
you leave him at lip of beach?

some fishes came alongside.
told nothing…

until now,he doesn't know why.....

surabaya, 18 januari 2011

Selasa, 18 Januari 2011

LAYU

suaka terbakar pada derai
lengang tanpa sebab..

hembus berserak
menawan status di palung citra

kenapa kau usap embun di pucuk bibirmu,
bila fajar pernah kau anggap sahabat?

Nana Seryz-Surabaya 17 Januari 2011


Gambar dari tobaphotographerclub.com

Senin, 17 Januari 2011

SPARKLING ANGEL

Send me the full moon
so I can feel warmess of your blood

Send me the moonbeam
so I can hear your whispers in the night

gambar dari s558.photobucket.com

But if It won’t be enough
Please Come down
As an answer to my cry
I wanna ask you a question
How could your moonlit
be too morose to shine?

Pagak-Malang, 15 januari 2011

Jumat, 14 Januari 2011

Demam Sabana (Puisi tentang Semeru)

jangan izin aku
merengkuh puting padangmu
bila jejak yang telah tertempuh
sudah ternoda bercak kesumba

tapi bila gugus pohon itu
enggan mengajakmu bersulam
beri aku waktu
separuh awal dari harimu yang tersisa

biar kuhela nafas panjang
jadi gemuruh angin di sabana yang lain
agar aku semakin yakin
bibir rumputmu
satu terindah yang pernah ada

14 januari 2011
aku ingin mengecupmu setiap waktu
hanya saja aku bukanlah awan
yang bisa menukar gincumu dgn embun

aku ingin mendekapmu selalu
sayangnya aku bukanlah angin
yang bisa terus memendar
dalam gugusan porimu

tapi besok siang
aku berjanji menunggu dirimu di muara itu
sebelum kau teracum asin laut
bersama sekuntum bunga
yang dulu kita namai bersama

Penjara Rindu


bagaimana kau tau
sajak ini untukmu
ketika tak kau dengar
sapa di bisu malam

tapi bila puisi memang tak cukup
mengiris rasa ragu
biarlah telinga
kau gantung di pucuk dengkur

agar kau dengar
bongkah nafas yg mencurat
dari bingkai pekat
yang menawan sebatang rindu

Merpati Subuh

kericik serangga di puting malam
meninju nganga luka di pelipis rasa
bila itu derita lembah subuh
tak perlu kau takut
karena sebentar
sebelum fajar menyeka tanah basah
aku datang menjengukmu lewat jendela
Surabaya,

14 januari 2011

Kamis, 13 Januari 2011

Angan

spektra bayangnya akan selalu membekas
dengan orkes keheningannya yang jadi iringan
tempat tetesan peluh menjelma jadi arak pesta
dan istana dimana senyum menemukan tuannya

pada bantaran yang kini kau lihat
dulu pernah kupahat jejak-jejak angan
yang tak cuma sekedar menjadi kata pembuka
pada deretan sajak yg biasa kunyanyikan

lalu pada puting-puting ranum
masih saja angan itu membekas
membentuk rima-rima pada balada yang selalu kudendangkan

kini angan itu mengecup keningku
pada pematang yang biasa kupasangkan perangkap harapan
karena konon cerita itu tetap saja menunggu
sampai aku datang...

Surabaya, 13 Januari 2011

Rindu

rindu itu hampir berlabuh
mendekat dalam selaput angin basah
menusuk halus seperti wangi ranum subuh
menjajagi setiap pori-pori kosong
seperti embun meretas menunggu dekapanmu
dan bila fajar sudah datang
akankah kita tetap berdansa dalam khayal?

Surabaya, 12 Januari 2011

Minggu, 02 Januari 2011

Kalau Kau


Kalau sendainya kau punya keinginan untuk sedikit mengerti
Tentang semua perasaan yg dulu selalu kuucap
Aku Cuma mau menjawab kalau semua itu sebenarnya akan selalu ada
Karena sampai sekarang ketika saat tiba
pada setiap lamunanku,
aku masih selalu memikirkan kalau dirimu yang terhebat
Tapi kini aku juga sadar
Bahwa selalu mengejarmu hanya akan menyadarkan diriku akan kelumpuhanku
Hanya akan menyadarkan diriku akan semua kekerdilan hatiku…
Sama halnya ketika aku mencoba menggapai mentari yang terlalu jauh untuk kuraup

Kalau dulu aku memintamu memberiku waktu
agar bisa kuekspresikan semua perasaanku padamu
sekalipun sampai kini belum semuanya terwujud
tapi kini aku mencoba meminta
agar kau beriku kesempatan
setidaknya sedikit ruang agar aku bisa menjinakkan semua rasa yang ada

(karena aku tau)

kalau dulu kehadiranku hanya akan membuat kenyamananmu terganggu
maka kini aku mencoba menjauh
karena sekalipun sakit rasanya bagiku ketika harus bersembunyi darimu
aku tau kau cuma nyaman dengan situasi seperti itu

kalau dulu aku selalu berusaha menjadi bagian dari aktivitasmu
sekedar sebagai ungkapan perasaanku
kini aku memiliki keyakinan yang baru
bahwa pergi dan tak mengganggumu adalah ekspresi yang terbaik dari cintaku

Kalau dulu akau ingin jadi bagian dari status facebookmu
Atau menjadi apapun bila kau mau
Tapi kini aku mencoba belajar menerima
Bahwa menjadikan dirimu sebagai jawaban dalam status facebookku
Itu sudah lebioh dari cukup

Kalau dulu adalah sekarang
Entalah……….
Aku tak tau……

Minggu, 19 Desember 2010

My withered rose


It's the 99th days the angel never embrance me again
Neglet to see me who's lying in my big pain
in my every morning my unclosed eyes found me still wishing your sweet caress recur
But mind told me if somehow the roof upon me has been obscure

And now i see my every way makes me daze
Stones gravel smelt on the red haze
Realize me that to pull at your hand is just the imposible dream
and don't you know; for this black memory, i never know what He means

My withered rose...
In this marvelous night i just hoping our story'll never lose
Coz in my bitterness and longing i understand those
may i'm too dry to make you blossom

(foto diambil di ranu pane semeru)

Jumat, 17 Desember 2010

Cerita Subuh


Andai malam ini kau di sini,
aku ingin kita tertawa bersama
terbahak menyaksikan ulah kelelawar
yang menggeliat dengan dahi mengkernyit
ketika mencoba menenggak rasa jeruk asam.....

truz sedikit jayus, kulontarkan sebuah pertanyaan  yang sampai kini jawabannya tak pernah ada...
"kenapa bulan dulu ada di angkasa..." hahaha, itu terlalu konyol untuk dijawab..
sama konyolnya dengan pertanyaan yang pernah kucatat di buku harian di bawah bantal
"kenapa aku memilih untuk selalu merindukan senyummu yang menawan..."
[Ga penting.......]

Andai malam ini kau di sini,
menyaksikanku menepuk meja untuk mengikuti hentakan nada-nada dari lagu Jamrud yang pernah kau nyanyi
pasti akan kulanjutkan dengan sebuah permohonan maaf
demi sebatang rokok sampoerna yang pernah kau buang
karena malam ini aku mengerti bahwa ekspresi nyata dari perasaan yang pernah kulontarkan
masih jauh dari sempurna....

Andai malam ini fotomu ini bisa melihat sudut2 kamar ini,,
semoga kau tak sampai illfeel
karena dalam bingkai waktu yang sesingkat ini
engkau mungkin menemukanku telah menjelma jadi makhluk yang paling amburadul sekota ini

tapi karena kau tak disini..
malam ini aku mau bahasakan setiap desah rasa maaf ini
atas kecerobohanku yang sempat membiarkan bungamu layu pagi-pagi
yang akhirnya memberi arti pada 5cm jarak kita sekarang ini

Jujur, aku malu sekali
dan sampai kapan pun aku akan lari
sampai sejauh apa pun, aku kan bersembunyi
karena penyesalan ini bisa saja membuatku mati
apalgi jika harus terus melihat lekuk rambutmu yang antik

Cerpen pendek sekali

 aku tak pernah bermimpi bagaimana nanti aku akan mati..
di tempat apa, bagaimana, atau dengan siapa...
tapi setidaknya aku selalu berupaya agar aku bisa mengisi hidupku dengan apa yang aku suka...
barangkali ini bisa membuatku mampu berprediksi kalau suatu saat aku akan mati dengan senyuman

tapi hidup telah mengekangku dalam jeruji
yang barangkali terlalu sulit untuk kubasmi...
dan aku....
aku cuma pria kerdil yang terkadang berpikir terlalu subversif

hingga tak tahu harus memulai semuanya dari mana.
dengan siapa, dan mau kemana...

beberapa penyair pernah bilang bahwa hadup memang tidak akan pernah menentu arahnya
tapi sepanjang kita punya cinta di hati, kita akan dapat dengan mantap melangkah....

jadi kubiarkan hari-hariku kuisi dengan angan-angan bersamanya
walau gejolak kelam itu selalu datang memberi hambatan
tapi aku berjanji
untuk semua rasa cintaku padanya....
aku akan bertaruh segala yang aku punya,
karena hidup terlalu singkat jika kujalani dengan orang yang tak kusuka...

dan bila keterpaksaan mengenyahkan angan kami berdua,,
aku mungkin akan tetap menunggu sampai saatnya orang yang mengenyahkan angan itu tiada,,,,
dan bila ternyata aku yang meninggal duluan daripada pengenyah angan
aku berjanji tetap menunggunya di sana
barangkali pada dunia yang baru aku akan menemukan segudang kebebasan jiwa
tempat dimana hanya ada aku dan dia
menerawangi langit yang tak ada batasnya
atau berpadu kasih pada kasur yang keabadian..

CATATAN SEORANG PENDAKI


= MAHA MERU : Tolong beri aku arti !!=

Ranu Pani, 20 sept 09

Bersama embun pagi
Aku mendedikasikan bait-bait ini
Bagi MELATI, yg kupikir akan melengkapi rangkaian dekorasi...
pada kancah-kancah hari yang bakal kulalui

Tapi mimpi menunutnku pergi
Menghadap Sang FAJAR pagi
Untuk menyapa dan mencari kata pasti
Adakah KARANG dan MELATI bisa bersanding merajut rapsodi

Kulagukan nyanyian I pada pendakian ini :
"GEJOLAK INI TAK KAN PERNAH MEMBUATKU LETIH"


kALIMATI, 21 SEPT 09

Pada rumput asa yang terputus kering
kucermati lagi lembaran akhir cerita ini
Dengan dahi sedikit mengkernyit,,,
Rekat anugrah ini semakin tak kumengerti

Karena ketika pagi, ketika derai waktu dibanjiri getir
Engkau sempat menyapa jiwaku yang rentih
Tapi ketika asa itu kugantung pada mentari,,
Engkau pergi seperti bintang yang mati terkikis

Kunyanyikan lagi serenade ini :
"BATINKU PELUH MENANGGUNG PEDIH"


Maha Meru, 22 sept 09

Di sini, pada puting pasir Kalvari ini
bersama serpihan kabut pagi
Kuundang jiwa2 yang bersemi di singgasana puncak tertinggi
Lalu kucoba memetik rangkaian bisikan nafasmu yang manis

Dan dalam rintihan kecil, kini kumengerti
Kenapa endapan do'a yang kuukir
KAU rampas pergi,,,
Sebelum bait terakhir kucermati lagi

Dengan bibir kering, kucuma mampu dendangkan larik paling akhir syair ini :
"GERSANG PASIR HATI INI TERLALU KERING UNTUK BUATMU BERSEMI"


rANU kUMBOLO, 22 SEPT 09

Di bawah tugu DEFIANTO ROMY
Telah kubenamkan setiap kanvas perasaan ini
Meski pahit untuk kutulis di sini
Tapi aku mengerti,,,,,
karena Ranu ini mengajariku arti sebuah NYANYIAN ABADI

kali ini, suaraku kosong
KARENA MATAKU BERAIR....


---Menuruni lereng TUMPANG,,,
---Aku bertanya pada sebatang ranting patah
---BENARKAH TUHAN MENCIPTAKAN CINTA,,,
---ATAUKAH SEBALIKNYA,,, CINTALAH YANG MENCIPTAKAN TUHAN ???
---Semeru,,, tolong beri aku arti................................................



(puisi ditulis selama perjalanan pendakian gunung semeru)

sajak rindu

Tuhan...
Bila dengung jiwa ini belum basi
Izinkan aku mendendangkan 1 bait lagi
tolong perciki aku selalu dengan air sejukMu
dan beri aku rahmat pengampunan
Agar aku bisa kembali ceria
sebagaiman ketika aku pertama kali tiba dari penghulu kehidupan ini...
Jati jejer 01 nov 08

SAjak syukur

LAngitMu terlalu jauh untuk kutembus
dan BumiMu terlalu besar untuk kugenggam
LautMu terlalu dalam untuk kuselam
dan udaraMu terlampau halus untuk kuelus
Hidup pemberianMu terlampau misterius untuk kurenung
dan jiwa ini terlampau abstrak untuk kuajak bicara

Tapi aku bersyukur Tuhan...
dalam ketidak apa2anku
Aku sadar akan kebesaran NamaMu...

Jatijejer 01 nov 08

Minggu 12 siang

GAung bunyi kata2 ini
berterbangan tanpa meninggalkan jejak2 jelas

Semuanya kosong
ibarat cinema tanpa pemeran

Sudikah KAU mendengarkanku?
12 sept 09

sajak pengelana

Bila hari kembali berlalu
kubungkus anganku dalam katup senyum-MU
meski sadar, pagi masih 12 jam lagi
Aku akan akan tetap menunggu
sampai usahaku bisa kulanjut lagi..

nana seryz

SAJAK RINDU

Ingin kubenamkan punggungku
pada lekuk bantar kasurMU
Pada petang lesu
yang penuh karang lenguh

Menanti makna atas serpih-serpih ironi
yang mungkin bakal KAU bisiki
Ketika waktu menghempasku perlahan
Hingga 22 tahun Kau biarkan aku ada

Karena desah risauku
hanya makin mengirisku sembilu

Benarkah KAU ada juga untuk keyakinanku yang rentah?
Kala aku cuma mampu mendekam dalam gegap mendungMU yang kelam
Sedang isak tangisku terus terkungkung pada sudut hariku yang kusam
Yang bahkan gagak jinak pun tak mampu menggiringnya keluar

Jujur aku datang karena rinduku pada serabut Edelweis janjiMU
Meski kabut suram menindih asaku kecut
Karena pijar CintaMU terasa belum cukup
menghalau nelangsaku jadi teduh

Haruskah aku mempertajam pori-pori
Agar tak salah lagi menafsir semilir anginMU yang menjerit
Karena sampai kapan pun itu
Ku kan tetap tunduk menunggu,
 sampai deru janjiMU datang
              sebelum waktu keburu berlalu
15 mei 2010

(puisi di tulis dipuncak Gunung Arjuno JAwa Timur)

SAJAK SYUKUR

I
Di tepi sinar pagi-Mu
Kuawali langkahku hari ini
Walau tahu jemari kaki bakal letih
Tapi kerinduanku besar melihat awan kebesaran-Mu

II
Ingin kulukis indah pahatan tebing-Mu
Cuma sayang, jemariku terlanjur layu
Maka izinkan aku mengabadikannya secara sederhana
Dengan potret kenangan di relung pikiran
III
Sengatan panas mentari-Mu
Menantang pijak-pijakku yang memberat
Beri aku seteguk air sejuk-Mu
Biar ragaku selalu di titik normal
IV
Aku merajut kagum di puncak gunung-Mu
Hingga tak berdaya ’tuk berbuat lebih jauh
selain menghembus nafas-nafas syukur
Dalam teduh edelweis cinta-Mu
                               

nana seryz
(Puisi ini ditulis selama perjalanan mendaki gunung Raung Jawa Timur tahun 2007)

Sonnenlied

Hari ini....
Aku malas mengejarnya lagi..
Karena malam terlalu mahir untuk berkelit
Dan terlalu gesit untuk melarikan diri...

Hingga aku sadar,
Bahwa bintang jingga yang kupandang ternyata milik rembulan
Dan aku bingung
Harus berhentikah ???

nana seryz
Jan 09

puisi rindu

Kutulis puisi ini ketika malam hampir merenggut senyumku
Dengan bisu yang makin melarutkan asaku

Aku cuma ingin membahasakan setiap rintangan ini
Tentang semua rinduku yang selalu terhanyut dalam aliran waktu
Dan tentang rasaku yang selalu mati terhadang batasnya pandang

Aku ingin kisah getir penantian ini bakal kau sadari sebelum hari berganti
Karena dalam tiap huruf yang kuukir ,
Ada bercak perih dari hati yang telah letih menggenggam mimpi tak pasti

Malam, semoga kau mengerti
Dalam cinta ini, aku lelah belajar mencintai hal lain
Termasuk mencintai kata ”menanti”
13 mei 09

doa seorang pendosa

Sampai mentari pergi pun
Aku tak akan pernah mau mengadu pada-Mu
Meski jenggot beringin melilit jari
Dan kaki terkilir ketika melompati parit

Karena sebenarnya....
Di setiap jeda ketika kepalaku menengada
Memandang pohon angsana
Aku selalu tertunduk malu
Ketika harus mengingat nama-Mu
GSV, 14 april 0

My withered Rose

Ini malam ketujuh
Cinta tak lagi datang memelukku
Meski katup mataku tak pernah dapat kubendung
Tapi aku merasa, malam menjadi kian luruh

Ketika gelombang delta tidurku sudah kulewati
Aku tak lagi memimpikan dunia surga
Tempat dulu aku berikrar
Bahwa tangkai-tangkai mawar yang sudah kugenggam
Bukan jatah bagi tong sampah
17 april 09.....01.40

Dengar aku Tuhan

dengarlah aku Tuhan..
aku mau bernyanyi bagiMu
Tapi maafkan aku
Atas suara parauku

Tapi aku yakin
Kau pasti tau
Kalau itu karena ku selalu teriakkan kenelangsaanku

nana seryz

angan senja

Deru hujan di suatu senja
Membela detak kesunyian dunia

Ada suara dalam suatu masa
Bahwa hidup terlalu hampa
untuk dijalani sendirian

nana seryz

broken dream

Aku melihat
Jalan-jalan menderu…
Kerikil-kerikil batu lebur dalam debu
Dan semuanya luruh
Segala rasa hancur dalam gilar roda-roda waktu

Sungguh…
Segala nada semangat jadi berantakan
Dalam getir-getir rindu,
Aku angkat tangan…
Aku terlalu gersang untuk buatmu mekar

nana seryz

doa seorang pengelana

Izinkan aku menoreh

Setiap digit keluh hatiku pada lekuk punggungmu

Supaya gurat-gurat perih yang membelit nadi

Sedikit demi sedikit bisa terobati


Karena aku tak punya alter ego lain untuk bisa kucurhati

”semoga mulai sekarang kita bisa merajut benang persahabatan”

NANA SERYZ
GRAHA SAMADI VINCENTIUS,14 April 09

Aku ingin

Aku ingin menjadi kata pada kalimat yg sedang kau baca
menjadi tanda seru, tanda tanya, tanda koma, dan tanda titik pada bacaan yg sedang kau telusuri

Aku ingin menjadi teori yg selalu kau cermati
yang selalu kau cari dalam textbook tebalmu

Aku ingin menjadi rumus statistik pada kuiz atau ujianmu
menjadi kalkulator yg kau pakai ketika memecahkan hitungan

Aku ingin menjadi aktor dalam cinema kesayanganmu
dan menjadi penulis novel kesukaanmu

Aku ingin menjadi cokelat yg selalu kau makan
atau menjadi aqua yg menghilangkan dahagamu

Aku ingin menjadi bagian dalam ujud doamu
dan menjadi lagu yang menghantarmu tidur

aku ingin menjadi bantal yang sering kau pukul saat kau marah
atau menjadi sapu tangan yg menggosok airmatamu

aku ingin menjadi bagian dlm status facebookmu
menjadi jawaban bagi pertanyaan "what's on ur mind?'

ini cuma ungkapan hati yg mungkin kau benci
tapi sebenarnya kucuma ingin kau mengerti.

karena aku selalu berharap jadi bagian dari semua aktivitasmu...
itu saja...

13 okt 09
nana seryz

matahari

Aku selalu bermimpi untuk bisa seperti matahari.
meski hari-harinya dilanda sepi,
dia tetap berusaha agar hidupnya selalu berarti.
dia selalu tulus memancarkan sinarnya pada bumi.
bila petang menjelang dia beranjak untuk menerangi belahan bumi yang lain.

Namun dia adalah pencinta yang setia.
di saat malam, dia mengutus bulan dan bintang-bintang sebagai pembawa terang
dia tak mau kegelapan menyelimuti bagian bumi yang dia tinggalkan

ekspresi cintanya kekal dan tidak tergantung pada baik buruknya balasan.
walau manusia selalu membuatnya marah, cintanya tak pernah berubah
saat pagi, dia selalu hadir dengan seutas senyuman kasih.
dialah contoh keabadian cinta

dia adalah simbol keperkasaan
tak pernah berkeluh kesa walau mendung kerap menghadang sinarnya.
bila kabut hitam telah menghilang, dia selalu berusaha mengecup manusia dengan kelembutan sinarnya
seolah dia mau menunjukkan sejuta rasa kerinduan yang mendalam

dan bila senja membuatnya lelah
dia malah berusaha membentuk pijar-pijar merah yang sedap dipandang
dia tak ingin ekspresi cintanya berubah

SALAM SANG MAHA SURYA,,,,
TERIMALAH SYUKURKU..........


nana seryz

Selasa, 14 Desember 2010

tentang seseorang

Aku pernah berpikir untuk berhenti di sini
meski harus mencundangi diri dgn meratapi kedua kakiku yang letih
mencoba mencari katarsis hati dgn mencambuki tanah yang kering
karna kau terlalu cepat berlari dan jujur sepertinya aku tak kuat lagi

aku pernah berpikir untuk mengakhiri semua ini
meski harus menipu diri dengan menulis status "tak suka kamu lagi"
tapi kemudian kuhapus lagi
karna kupikir setiap mimpi bukan untuk dihindari tapi untuk diraih

aku pernah berpikir untuk cukup memendamnya di hati
dan ternyata itu sama saja membiarkannya tumbuh meski seakan enggan bersemi
sampai kemudian aku yakin itu adalah anugrah ilahi
yang bunda bilang tetap harus disirami

aku pernah berpikir bahwa sebaiknya itu kuungkapkan lewat sebotol wiskey
tapi kemudian botolnya kututup lagi
seakan itu bukanlah teman yg pernah kuakrabi
karna setelah kupikir itu hanya membuatku kerdil

dan kini
harapan itu masih tersisa sedikit
aku mencoba menata lagi apa yg pernah kusebut mimpi
karna demi semua yang ada di hati, aku takkan pernah sudi membiarkanmu berjalan sendiri...

[T][E][N][T][A][N][G] [S][E][S][E][O][R][A][N][G]--01'06'10

the moon

Aku kehilangan hasratku untuk merilis 1 cerita narasi lagi pagi ini
Karena 1001 guratan keluh yang selama ini kuukir belum juga kau pahami...

Jemariku letih ketika semua kata-kata ini hanya akan menyesaki body notes bisu ini

Jika sempat kau baca ini,
Semoga kau mengerti bahwa pada tiap2 desah napas yang kuhembus
Selalu kulantunkan nada-nada harap untuk bisa merengkuh tanganmu...

first posting

Ok pren...
saya mau sharingkan beberapa alasan yang membuat saya memutuskan utk membuat blog:
1. dunia ini terlalu dinamis. entah kita sependapat atau tidak, tapi sadar atau tidak ada banyak hal yang berubah dalam hidup kita. dan kemudian saya berpikir bahwa setiap jejak yang telah kita ukir pada pasir waktu semua akan terhapus. jadi bagi saya blog adalah salah satu media pengganti buku harian, tempat kita mengukir jejak kita secara nyata sehingga suatu saat ketika ada keinginan untuk mengingatnya kembali, kita dapat dengan mudah melakukannya karena apa yang kita alami sudah kita tulis dalam blog.
2. salah satu kecenderungtan dasar manusia adalah ingin dikenal. nah barangkali dengan blog ini saya bisa berkenalan dengan orang-orang yang tidak saya jumpai sebelumnya.
3. dalam proses mencapai sesuatu yang maksimal, saran dan kritikan adalah bagian proses yang tak terpisahkan. jadi saya pikir blog adalah media mendapatkan kritikan agar saya bisa mencapai titik maksimal.

Semoga blog ini bermanfaat.....
salam hangat,,,,,,,,,,,,, Nana Seryz