aku tak pernah bermimpi bagaimana nanti aku akan mati..
di tempat apa, bagaimana, atau dengan siapa...
tapi setidaknya aku selalu berupaya agar aku bisa mengisi hidupku dengan apa yang aku suka...
barangkali ini bisa membuatku mampu berprediksi kalau suatu saat aku akan mati dengan senyuman
tapi hidup telah mengekangku dalam jeruji
yang barangkali terlalu sulit untuk kubasmi...
dan aku....
aku cuma pria kerdil yang terkadang berpikir terlalu subversif
hingga tak tahu harus memulai semuanya dari mana.
dengan siapa, dan mau kemana...
beberapa penyair pernah bilang bahwa hadup memang tidak akan pernah menentu arahnya
tapi sepanjang kita punya cinta di hati, kita akan dapat dengan mantap melangkah....
jadi kubiarkan hari-hariku kuisi dengan angan-angan bersamanya
walau gejolak kelam itu selalu datang memberi hambatan
tapi aku berjanji
untuk semua rasa cintaku padanya....
aku akan bertaruh segala yang aku punya,
karena hidup terlalu singkat jika kujalani dengan orang yang tak kusuka...
dan bila keterpaksaan mengenyahkan angan kami berdua,,
aku mungkin akan tetap menunggu sampai saatnya orang yang mengenyahkan angan itu tiada,,,,
dan bila ternyata aku yang meninggal duluan daripada pengenyah angan
aku berjanji tetap menunggunya di sana
barangkali pada dunia yang baru aku akan menemukan segudang kebebasan jiwa
tempat dimana hanya ada aku dan dia
menerawangi langit yang tak ada batasnya
atau berpadu kasih pada kasur yang keabadian..

hahahahaha lmao
BalasHapus