
= MAHA MERU : Tolong beri aku arti !!=
Ranu Pani, 20 sept 09
Bersama embun pagi
Aku mendedikasikan bait-bait ini
Bagi MELATI, yg kupikir akan melengkapi rangkaian dekorasi...
pada kancah-kancah hari yang bakal kulalui
Tapi mimpi menunutnku pergi
Menghadap Sang FAJAR pagi
Untuk menyapa dan mencari kata pasti
Adakah KARANG dan MELATI bisa bersanding merajut rapsodi
Kulagukan nyanyian I pada pendakian ini :
"GEJOLAK INI TAK KAN PERNAH MEMBUATKU LETIH"
kALIMATI, 21 SEPT 09
Pada rumput asa yang terputus kering
kucermati lagi lembaran akhir cerita ini
Dengan dahi sedikit mengkernyit,,,
Rekat anugrah ini semakin tak kumengerti
Karena ketika pagi, ketika derai waktu dibanjiri getir
Engkau sempat menyapa jiwaku yang rentih
Tapi ketika asa itu kugantung pada mentari,,
Engkau pergi seperti bintang yang mati terkikis
Kunyanyikan lagi serenade ini :
"BATINKU PELUH MENANGGUNG PEDIH"
Maha Meru, 22 sept 09
Di sini, pada puting pasir Kalvari ini
bersama serpihan kabut pagi
Kuundang jiwa2 yang bersemi di singgasana puncak tertinggi
Lalu kucoba memetik rangkaian bisikan nafasmu yang manis
Dan dalam rintihan kecil, kini kumengerti
Kenapa endapan do'a yang kuukir
KAU rampas pergi,,,
Sebelum bait terakhir kucermati lagi
Dengan bibir kering, kucuma mampu dendangkan larik paling akhir syair ini :
"GERSANG PASIR HATI INI TERLALU KERING UNTUK BUATMU BERSEMI"
rANU kUMBOLO, 22 SEPT 09
Di bawah tugu DEFIANTO ROMY
Telah kubenamkan setiap kanvas perasaan ini
Meski pahit untuk kutulis di sini
Tapi aku mengerti,,,,,
karena Ranu ini mengajariku arti sebuah NYANYIAN ABADI
kali ini, suaraku kosong
KARENA MATAKU BERAIR....
---Menuruni lereng TUMPANG,,,
---Aku bertanya pada sebatang ranting patah
---BENARKAH TUHAN MENCIPTAKAN CINTA,,,
---ATAUKAH SEBALIKNYA,,, CINTALAH YANG MENCIPTAKAN TUHAN ???
---Semeru,,, tolong beri aku arti................................................
(puisi ditulis selama perjalanan pendakian gunung semeru)
Ranu Pani, 20 sept 09
Bersama embun pagi
Aku mendedikasikan bait-bait ini
Bagi MELATI, yg kupikir akan melengkapi rangkaian dekorasi...
pada kancah-kancah hari yang bakal kulalui
Tapi mimpi menunutnku pergi
Menghadap Sang FAJAR pagi
Untuk menyapa dan mencari kata pasti
Adakah KARANG dan MELATI bisa bersanding merajut rapsodi
Kulagukan nyanyian I pada pendakian ini :
"GEJOLAK INI TAK KAN PERNAH MEMBUATKU LETIH"
kALIMATI, 21 SEPT 09
Pada rumput asa yang terputus kering
kucermati lagi lembaran akhir cerita ini
Dengan dahi sedikit mengkernyit,,,
Rekat anugrah ini semakin tak kumengerti
Karena ketika pagi, ketika derai waktu dibanjiri getir
Engkau sempat menyapa jiwaku yang rentih
Tapi ketika asa itu kugantung pada mentari,,
Engkau pergi seperti bintang yang mati terkikis
Kunyanyikan lagi serenade ini :
"BATINKU PELUH MENANGGUNG PEDIH"
Maha Meru, 22 sept 09
Di sini, pada puting pasir Kalvari ini
bersama serpihan kabut pagi
Kuundang jiwa2 yang bersemi di singgasana puncak tertinggi
Lalu kucoba memetik rangkaian bisikan nafasmu yang manis
Dan dalam rintihan kecil, kini kumengerti
Kenapa endapan do'a yang kuukir
KAU rampas pergi,,,
Sebelum bait terakhir kucermati lagi
Dengan bibir kering, kucuma mampu dendangkan larik paling akhir syair ini :
"GERSANG PASIR HATI INI TERLALU KERING UNTUK BUATMU BERSEMI"
rANU kUMBOLO, 22 SEPT 09
Di bawah tugu DEFIANTO ROMY
Telah kubenamkan setiap kanvas perasaan ini
Meski pahit untuk kutulis di sini
Tapi aku mengerti,,,,,
karena Ranu ini mengajariku arti sebuah NYANYIAN ABADI
kali ini, suaraku kosong
KARENA MATAKU BERAIR....
---Menuruni lereng TUMPANG,,,
---Aku bertanya pada sebatang ranting patah
---BENARKAH TUHAN MENCIPTAKAN CINTA,,,
---ATAUKAH SEBALIKNYA,,, CINTALAH YANG MENCIPTAKAN TUHAN ???
---Semeru,,, tolong beri aku arti................................................
(puisi ditulis selama perjalanan pendakian gunung semeru)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar